details iamge

Bukan Hanya Bau Belerang, Ini Dia Ciri-Ciri Gas Bocor Lainnya!

Ciri-ciri gas bocor sebenarnya sangat banyak. Namun, yang banyak diketahui hanya bau belerang yang menyengat. Gas sendiri merupakan elemen yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Di rumah contohnya, digunakan sebagai bahan bakar kompor agar menyala. Di laboratorium, menjadi objek penelitian. Dalam keseharian saja, makhluk hidup tidak bisa lepas dari oksigen (O2).

Meskipun memiliki banyak manfaat dan dibutuhkan, faktanya gas tetap berbahaya. Apalagi jika sampai terjadi kebocoran hingga mengubah gas dari sumber kehidupan sebagai zat beracun dan memicu kebakaran. Sebab itu, penting untuk memahami secara mendalam tentang pertanda gas bocor supaya dapat mencegah peristiwa yang berujung fatal. Kamu tentu tidak menginginkannya, bukan?

 

 

 

 

Apa Ciri – Ciri atau Tanda Gas Bocor?

Gas dalam tabung memang tidak berbentuk atau berbau. Namun, justru ketika terjadi perubahan molekul sehingga terjadi kebocoran, gas dapat menjadi berbau dan berbentuk. Itulah sebabnya, gas yang bocor cukup mudah untuk terdeteksi. Jadi, apa saja tanda-tanda kebocoran dari tabung gas - khususnya, untuk yang biasa digunakan sehari-hari? Berikut penjabaran selengkapnya!

 

1. Gas Mengeluarkan Bau Belerang

Gas mengeluarkan bau belerang

Tanda gas bocor yang pertama sudah tidak asing, yaitu bau belerang menyengat. Mengapa bisa demikian? Sebab gas dalam tabung untuk kebutuhan memasak ditambahkan zat mercaptan yang menghasilkan bau tersebut. Belerang sendiri memang mempunyai aroma yang sangat kuat, seperti telur busuk atau sesuatu yang terbakar. Hal itulah yang membuatnya mudah dikenali.

Namun, bau tabung gas bocor yang bisa menjadi penyebab kebakaran rumah berbeda dengan saat isinya hampir habis – meskipun mengeluarkan aroma serupa. Jika isi tabung habis, baunya hanya tercium dari jarak dekat. Sementara, bila penyebabnya kebocoran, justru tercium kuat dari jarak jauh, sedangkan saat didekati tidak terlalu berbau. Jangan salah, ya!

 

2. Muncul Suara Mendesis atau Bersiul

Ciri selanjutnya dari kebocoran gas adalah suara mendesis atau mirip bersiul yang muncul dari tabung. Suara itu muncul dari ruang udara yang tercipta akibat regulator yang rusak atau adanya kabel yang longgar. Jadi, gas yang seharusnya terpompa naik ke kompor, kemudian berubah menjadi api justru melewati celah udara dan berbunyi.

Awalnya, suara desisan atau siulan dari tabung gas tidak akan terlalu kencang. Namun, seiring waktu akan terdengar semakin kuat. Sebenarnya, desisan juga muncul ketika kompor sedang menyala, namun hanya pelan. Begitu kompor sudah tidak bekerja, suara mendesis itu juga ikut menghilang. Perbedaan ini juga perlu diperhatikan dengan tenang dan saksama.

 

3. Perubahan Pada Warna Api di Kompor

Perubahan pada warna api kompor

Ciri-ciri gas bocor lainnya adalah perubahan pada warna api yang muncul di kompor. Warna normalnya adalah biru – dengan sedikit semburat kemerahan ketika kompor yang digunakan sudah agak lama. Selain itu, meskipun ada semburat kemerahan, tidak ada suara desisan keras. Tabung gas dan kompor yang dalam kondisi baik tidak menimbulkan bunyi.

Sementara itu, untuk warna api yang muncul ketika gas sedang mengalami kebocoran adalah oranye atau kuning serta mengeluarkan suara desisan keras saat kompor digunakan. Atau bisa jadi apinya tidak muncul namun digantikan suara mendengung dari kompor. Jika menemukan kondisi seperti ini, sudah jelas terjadi kebocoran pada tabung gas yang digunakan.

Baca Juga: Mau Beli Kompor Tanam? Pahami Kelebihan & Kekurangannya!

 

4. Gas Terasa Cepat Habis

Berapa lama waktu normal penggunaan tabung gas untuk kebutuhan sehari-hari? Dengan perhitungan sederhana dari Pertamina, isi gas tabung 3kg jika dipakai memasak dalam durasi 1 – 2 jam penuh per hari, maka bisa habis dalam waktu 10 – 11 hari. Sedangkan untuk tabung gas 12kg, bisa 20 – 30 hari dengan durasi sama.

Jika penggunaan gas kamu untuk memasak lebih lama dari 2 jam, maka durasinya dapat menyesuaikan dengan hitungan yang sama. Sementara, kalau durasinya seperti hitungan di atas tapi api lebih cepat habis, maka hal itu bisa jadi indikasi kebocoran tabung gas. Kamu harus memperhatikannya untuk mencegah kebakaran rumah agar tidak sampai terjadi.

 

5. Perangkat Kompor Gas Rusak

Perangkat kompor gas rusak

Banyak yang tidak tahu bahwa kompor, regulator, dan selang, memiliki mekanisme keamanan otomatis. Pabrikan produksi biasanya menciptakan sistem tersebut untuk meminimalisir kemungkinan kebakaran atau ledakan akibat kerusakan perangkat. Deteksi otomatis yang terpasang pada alat-alat tersebut difokuskan pada adanya kebocoran gas atau tidak. Ketika sistem mendeteksi hal itu, apa yang terjadi?

Perangkat akan mengalami masalah atau bahkan kerusakan mendadak. Contohnya, kompor menjadi sulit dinyalakan atau yang semula menyala tiba-tiba mati sendiri. Hal ini disebabkan perangkat yang terpasang tidak berhasil mengalirkan gas ke kompor sehingga menunjukkan masalah tersebut dengan menjadi rewel padahal sebelumnya baik-baik saja. Pernahkah perangkat gas kamu mengalami kejadian demikian?

 

6. Tanaman Mendadak Mengering, Layu, atau Mati

Tanda berikutnya adalah tanaman di sekitar mendadak mengering, layu, bahkan mati tanpa alasan yang jelas. Sebagaimana diketahui bahwa tanaman membutuhkan oksigen (O2) untuk berfotosintesis. Melalui proses itu, tumbuhan dapat terus hidup, berbunga, berbuah, atau beregenerasi dengan baik. Sedangkan jika tidak ada oksigen, fotosintesis gagal hingga mengakibatkan tumbuhan kering dan mati.

Salah satu penyebab kurangnya oksigen adalah amonia dan karbon monoksida yang bisa muncul dari tabung gas yang bocor. Kedua gas tersebut mengunci oksigen sehingga berkurang dan tidak mencukupi kebutuhan tanaman di sekitar. Jika kamu merupakan pecinta tanaman dan di sekitar dapur memilikinya, ciri-ciri gas bocor yang satu ini wajib diperhatikan.

 

7. Badan Terasa Pusing, Mual, dan Napas Tidak Beraturan

Badan terasa pusing, mual, dan napas tidak teratur

Pernah mendengar gas poisoning alias keracunan gas? Hal ini juga dapat terjadi pada manusia saat kebocoran gas sedang terjadi. Jika tanaman gagal mendapatkan oksigen untuk fotosintesis, tabung gas bocor mengakibatkan kurangnya asupan oksigen yang masuk dalam tubuh. Padahal, O2 berperan penting bagi organ-organ vital – khususnya pernapasan seperti jantung dan paru-paru.

Kondisi di mana seharusnya tubuh menghirup oksigen namun justru amonia dan karbon dioksida akan memicu reaksi keracunan. Gejala umumnya kepala pusing, muncul rasa mual, dan dada terasa sesak hingga membuat napas jadi tidak beraturan. Kondisi tersebut bisa berakibat fatal dengan kematian karena gas beracun akan bergerak cepat merusak sel-sel tubuh.

 

 

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Gas Bocor?

Jika kamu menemukan gejala-gejala di atas, agar kebocoran gas tidak berujung pada kebakaran atau ledakan, maka kamu harus bergerak cepat. Ada beberapa langkah tanggap yang bisa dilakukan supaya bocornya tabung gas tidak mengakibatkan dampak yang fatal. Kunci yang terpenting, kamu wajib tetap tenang, kemudian baru melakukan langkah-langkah penanganan berikut ini:

 

1. Segera Lepas Regulator Gas

Langkah utama tentu dengan melepas regulator dari tabung gas – setelah memastikan kompor dalam kondisi tidak menyala. Putuskan hubungan regulator dengan kompor tanpa paksaan agar tidak mengakibatkan celah udara di antaranya justru tertekan dan meledak. Pindahkan tabung gas dengan jarak cukup aman dari kompor agar gas yang terlanjur bocor tidak menyambar.

Sebelum itu, penting untuk kamu memastikan bahwa sudah menggunakan regulator yang berlabel SNI. Sebab, label standar tersebut membuktikan perangkat yang digunakan memang aman dan kompatibel dengan kompor dan yang lainnya. Kualitas materialnya pun sudah teruji. Berbeda dengan regulator yang tidak atau belum SNI, sebab memang rentan mengalami kerusakan dan kebocoran.

 

2. Buka Pintu dan Jendela untuk Ventilasi

Buka jendela untuk ventilasi

Cara mengatasi gas bocor selanjutnya adalah dengan membuka pintu dan jendela lebar-lebar di seluruh penjuru rumah. Tujuannya supaya ada asupan oksigen tambahan untuk yang semula tertahan oleh amonia dan karbon dioksida. Ketika ventilasi udara terbuka lebar, otomatis gas-gas beracun yang dihasilkan dari kebocoran tabung juga ikut keluar dari dalam ruangan.

Hal ini dapat membantu mencegah terjadinya keracunan gas, tanaman layu atau mati, serta ledakan. Tentunya juga membuat kamu merasa lebih rileks karena mendapatkan udara segar. Jika memungkinan, usahakan dapur ada di area terbuka atau memiliki ventilasi yang banyak dan lebar. Tujuannya untuk menghindari dampak-dampak fatal ketika terjadi kebocoran tabung gas.

 

3. Periksa dan Bawa Tabung Gas Ke Tempat Terbuka

Ketika kamu merasa sudah cukup tenang, kamu dapat membawa tabung gas tersebut ke tempat terbuka. Bila perlu ke luar rumah supaya mendapatkan oksigen yang lebih baik. Oksigen akan berganti mengikat gas-gas beracun dari tabung dan menghentikan polusi maupun bahaya yang ditimbulkan. Bagaimana jika merasa takut untuk sekadar memindahkannya dari dalam?

Kamu bisa mencoba menyemprotnya menggunakan APAR foam dari distributor alat pemadam kebakaran terlebih dahulu. Salah satu produk unggulan alat pemadam ringan ini akan mengeluarkan busa yang melekat di seluruh body tabung. Busa tersebut mengikat gas yang berpotensi mengakibatkan ledakan serta kebakaran, kemudian mendinginkannya, sehingga pasti aman ketika tabung dipindahkan ke area lain.

 

4. Tutup Tabung Gas dengan Handuk Basah Jika Ada Api

Tutup tabung gas dengan handuk basah atau fire blanket

Apabila ternyata sudah muncul percikan api dari tabung gas, kamu dapat menutupnya dengan handuk basah terlebih dahulu untuk memadamkannya. Air merupakan elemen yang mujarab untuk menghentikan api meluas. Ketika tabung diselimuti oleh handuk basah, otomatis percikan tersebut akan padam. Kamu tidak perlu khawatir lagi api akan menyambar dan membakar sekitar.

Alternatif lainnya, kamu bisa memakai selimut api alias fire blanket untuk menyelimuti tabung. Tidak hanya terbuat dari bahan tahan api, tapi selimut tersebut juga mampu memadamkan percikan yang muncul dari tabung. Hanya saja, salah satu item yang termasuk jenis APAR ini dibanderol dengan harga yang cukup mahal – tanpa diragukan kualitasnya.

 

5. Ganti Perlengkapan Kompor Gas

Melalui ciri-ciri gas bocor di atas, langkah terbaik berikutnya adalah dengan mengganti seluruh perlengkapan kompor gas dengan yang baru. Jika kompor sudah cukup tua, sebaiknya kamu menggantinya dengan baru supaya lebih aman dan produktivitasnya bagus. Selain itu, nyala api kompor usang dengan semburat kemerahan mengakibatkan kerak hitam pada peralatan masak.

Begitu pula jika masalahnya ada pada regulator atau selang yang digunakan. Jika ada kerusakan, sebaiknya tidak memperbaikinya karena rentan bermasalah kembali. Lebih baik membeli yang baru dan tentunya menyertakan label SNI sebagai jaminan kelayakan sesuai standar – baik produksi maupun pemakaian, dan teruji kualitas serta durabilitasnya. Pastikan juga memasang dengan benar.

 

6. Hindari Menyalakan Sumber Api atau Listrik

Ketika sudah tahu terjadi kebocoran gas, sebisa mungkin jangan menyalakan sumber api apapun di sekitar tabung. Contohnya pemantik, korek api, atau juga perapian konvensional. Tujuannya menghindari gas menyambar api dan mengakibatkan kebakaran. Selain api, listrik juga sebaiknya dihindari. Bila perlu, turunkan sekring utama sementara hingga tabung gas yang bocor teratasi.

Baca JugaTidak Semua APAR Bisa Dipakai! Ini APAR untuk Kebakaran Listrik

 

 

Namun, langkah terbaik dalam mengantisipasi kondisi berdasarkan ciri-ciri gas bocor di atas adalah dengan menyiapkan alat pemadam kebakaran di rumah seperti APAR foam atau CO2 yang memang ampuh mengatasi kebakaran akibat gas. Begitu kebocoran teridentifikasi, kamu dapat langsung menyemprot tabung dan mendinginkannya. Sedia payung sebelum hujan selalu lebih baik, bukan?

Share On

Related Information