details iamge

Memahami Fungsi Safety Valve: Pentingnya dalam Keselamatan Industri

Safety valve adalah valve khusus yang berfungsi untuk mempertahankan tekanan dalam sistem distribusi, seperti pipa atau selang pemadam kebakaran, agar tidak melebihi batas yang ditetapkan oleh teknisi fire pump. Safety valve ini bekerja dengan melepaskan tekanan berlebih untuk mencegah kerusakan sistem.

Dalam artikel ini kita akan membahas lebih jauh tentang apa itu safety valve, fungsi safety valve, bagaimana cara kerjanya serta perbedaannya dengan relief valve. Simak selengkapnya dalam ulasan berikut ini!

 

Mengenal Apa Itu Safety Valve?

Safety valve adalah perangkat yang berfungsi untuk mengontrol dan melepaskan tekanan berlebih dalam sistem distribusi, seperti pipa atau selang pemadam kebakaran. Ini memastikan bahwa tekanan tidak melebihi batas yang telah ditentukan, sehingga mencegah potensi kerusakan atau kegagalan sistem. 

Safety valve secara otomatis membuka ketika tekanan melebihi batas aman dan menutup kembali setelah tekanan turun ke level normal, menjaga integritas dan keamanan sistem secara keseluruhan. Lalu, apa kaitannya antara safety valve dengan hydrant valve pada sistem pemadam kebakaran?

Safety valve memastikan tekanan dalam sistem tidak melebihi batas aman, sedangkan hydrant valve mengatur aliran air dari hydrant ke selang pemadam kebakaran. Bersama-sama, mereka membantu menjaga sistem pemadam kebakaran beroperasi secara efisien dan aman, mencegah kegagalan sistem yang dapat membahayakan operasional pemadaman.

 

Perbedaaan Safety Valve dengan Relief Valve Apa Ya?

Penggunaan istilah safety valve dan relief valve sering tertukar satu sama lain. Namun, perbedaan mendasarnya adalah cara kerja kedua valve tersebut. Safety valve membuka dengan sangat cepat, langsung hingga 60% ketika terjadi tekanan berlebih (excess pressure). Valve ini akan menutup kembali setelah tekanan turun di bawah level normal (set normal). Safety valve sangat cocok untuk fluida gas seperti HFC-227 atau halotron. 

Sebaliknya, relief valve membuka perlahan-lahan saat tekanan berlebih terjadi dan menutup kembali ketika tekanan kembali normal. Relief valve lebih cocok untuk fluida cair seperti water sprinkler dan water hydrant. Jadi, meskipun kedua valve berfungsi untuk mengontrol tekanan, cara kerjanya berbeda sesuai dengan jenis fluida yang digunakan.

 

Cara Kerja dari Sistem Safety Valve

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, safety valve bekerja dengan cepat membuka ketika tekanan dalam sistem melebihi batas aman yang telah ditentukan. Ketika tekanan berlebih terjadi, safety valve langsung membuka hingga 60% untuk melepaskan tekanan dan mencegah kerusakan sistem. Setelah tekanan turun kembali di bawah level normal, valve akan menutup kembali. 

Sistem ini sangat efektif untuk fluida gas seperti HFC-227 atau halotron. Dengan mekanisme otomatis ini, safety valve menjaga tekanan tetap dalam batas aman, memastikan integritas dan keselamatan sistem distribusi, serta mencegah potensi kegagalan atau ledakan yang dapat terjadi akibat tekanan berlebih.

 

Masalah dan Cara Menangani Trouble pada Safety Valve

Seperti halnya komponen mesin lainnya, safety valve juga dapat mengalami masalah yang dapat mengganggu fungsinya. Berikut beberapa masalah umum dan cara penanganannya:

 

Terjadinya Valve Leak (Kebocoran Katup)

Kebocoran katup dapat terjadi akibat kerusakan pada dudukan katup, gasket, atau komponen internal lainnya. Hal ini menyebabkan kehilangan fluida dan penurunan tekanan sistem, yang dapat mengganggu kinerja keseluruhan. Kebocoran juga bisa menimbulkan risiko keamanan jika tidak segera ditangani.

Penanganan: Kebocoran katup harus segera diperbaiki oleh teknisi ahli dengan mengganti komponen yang rusak atau menyetel ulang katup. Inspeksi rutin dan pemeliharaan preventif dapat membantu mendeteksi kebocoran lebih awal.

 

Kerusakan Fisik yang Terjadi

Kerusakan fisik pada katup, seperti korosi, retak, atau deformasi, dapat membahayakan fungsinya dan berpotensi menyebabkan kebocoran atau kegagalan katup. Kerusakan ini sering kali disebabkan oleh paparan lingkungan yang keras atau penggunaan yang berkepanjangan.

Penanganan: Kerusakan fisik harus segera diidentifikasi dan diperbaiki oleh teknisi ahli. Inspeksi visual rutin dan pengujian tekanan dapat membantu mendeteksi masalah ini. Jika katup mengalami kerusakan parah, perlu dilakukan penggantian dengan katup baru untuk memastikan keselamatan dan kinerja optimal.

 

Pemberian Pelumas pada Safety Valve

Pelumasan pada safety valve dilakukan secara berkala untuk memastikan katup bergerak dengan lancar dan mencegah keausan pada komponen internal. Tanpa pelumasan yang memadai, katup dapat menjadi kaku dan tidak berfungsi dengan baik, meningkatkan risiko kegagalan.

Penanganan: Gunakan pelumas yang sesuai dengan spesifikasi katup dan ikuti petunjuk pabrikan untuk frekuensi dan metode pelumasan. Pemeliharaan rutin dengan pelumas yang tepat akan memperpanjang umur katup dan memastikan operasional yang lancar.

Safety valve berfungsi untuk mempertahankan tekanan dalam sistem distribusi agar tidak melebihi batas aman, mencegah kerusakan dan kegagalan sistem. Pentingnya pemeliharaan safety valve mencakup inspeksi rutin, perbaikan kebocoran, penanganan kerusakan fisik, dan pelumasan berkala. 

Kepatuhan terhadap standar keselamatan dan pemeliharaan preventif oleh teknisi ahli memastikan integritas dan keamanan sistem, menghindari risiko kegagalan atau kecelakaan akibat tekanan berlebih.

Jika kamu memiliki masalah fungsi safety valve pada sistem jaringan pipa pemadam kebakaran, pastikan kamu menghubungi ahlinya. Sahabat Utama Suksesindo sebagai distributor alat pemadam kebakaran baik alat pemadam kebakaran berat maupun ringan, siap membantumu mempersiapkan peralatan terbaik untuk proteksi dan penanganan kebakaran di gedung dan rumahmu.

Hubungi Sahabat Utama Suksesindo sekarang juga untuk memastikan keamanan lingkungan dan industri yang kamu jalankan!

 

Share On

Related Information